Selasa, Oktober 19, 2010

Makanan yang Aman untuk Gigi
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


(Foto: thinkstock)


Jakarta, Gigi sehat ibarat mutiara yang mahal harganya sehingga harus dijaga agar tidak rusak. Tidak selalu harus dengan perawatan yang mahal, pemilihan makanan yang tepat sudah bisa membantu merawat kesehatan gigi.

Karena fungsinya untuk mengunyah makanan, gigi selalu bersentuhan dengan berbagai jenis makanan. Beberapa di antaranya bersifat korosif alias merusak, sehingga harus pintar-pintar memilih agar gigi tetap kuat sampat tua.

Dikutip dari WebMD, Rabu (20/10/2010) makanan dan minuman yang baik dan aman bagi kesehatan gigi di antaranya adalah sebagai berikut :

Air putih
Noda di gigi bisa muncul akibat meningkatnya keasaman rongga mulut saat mengunyah makanan. Minum air putih berguna untuk mempercepat pembersihan sisa-sisa asam sehingga tidak mengotori gigi.

Permen karet bebas gula
Mengunyah permen karet dapat meningkatkan produksi saliva atau air liur, sehingga dapat menetralisir keasaman rongga mulut. Produksi air liur yang meningkat juga dapat membantu pembersihan sisa-sisa makanan.

Buah-buahan beraroma sitrus
Meski rasanya asam, jeruk dan sebangsanya dapat meningkatkan produksi air liur sekaligus melindungi lapisan enamel. Selain itu, jeruk mengandung banyak air sehingga dapat menyingkirkan bakteri-bakteri penghasil asam.

Keju dan susu
Kandungan protein, kalsium dan fosfor dalam susu atau keju dapat mencegah erosi atau pengikisan lapisan enamel di permukaan gigi. Selain menguatkan, susu dan keju juga meningkatkan produksi air liur sehingga bisa menetralisir keasaman rongga mulut.

Ikan
Asam lemak omega-3 yang banyak terkandung pada ikan merupakan salah satu antioksidan yang bisa mengurangi risiko infeksi pada gusi. Gusi yang sehat akan mencegah kerusakan pada akar gigi yang tertanam di rahang.

Cokelat
Meski mengandung gula, cokelat tidak banyak meningkatkan risiko gigi berlubang dan membusuk karena kandungan antioksidannya lebih banyak. Cokelat hitam lebih baik untuk menjaga kesehatan gigi sebab kandungan gulanya lebih sedikit dibandingkan jenis cokelat lainnya. (up/ir)

Artikel ini diterbitkan oleh : www.detik.com (detikHealth) pada Rabu, 20/10/2010 08:45 WIB



Teh dan Kopi Cegah Kanker Otak
By Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti - Selasa, 26 Oktober


VIVAnews - Sudah banyak penelitian yang menyebut efek positif teh dan kopi bagi kesehatan. Studi terbaru menunjukkan, konsumsi dua minuman populer itu setiap hari bisa mengurangi kemungkinan terkena kanker otak.
Kesimpulan itu berdasarkan analisis data tentang kebiasaan diet lebih dari 410 ribu pria dan wanita usia antara 25 dan 70. Studi melibatkan partisipan dari berbagai negara seperti Prancis, Belanda, Italia, Spanyol, Inggris, Yunani, Denmark, Norwegia, Swedia dan Jerman.
Tim merekrut para partisipan antara 1991 dan 2000 ini.
Mereka kemudian melakukan pengamatan dan mempelajari kebiasaan dan kondisi kesehatan para partisipan selama 8,5 tahun. Mulai dari asupan makanan, minuman, hingga penyakit yang diderita.
Selama penelitian, terdiagnosis sejumlah kasus baru antara lain, 343 kasus glioma 245 kasus meningioma, juga penyakit kanker lain yang memengaruhi jaringan pelindung mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.
Hasil penelitian menunjukkan, kopi dan teh mampu melindungi seseorang terhadap kanker otak, khususnya dalam bentuk glioma, sebuah kanker dari sistem saraf pusat yang berasal dari otak atau sumsum tulang belakang.
Tim peneliti menemukan bahwa minum 100 mL (atau 0,4 cangkir) teh atau kopi per hari atau lebih bisa menurunkan risiko glioma dengan persentase 34 persen. Studi ini diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition edisi November.
(pet)

Artikel ini diterbitkan oleh : VIVAnews.com pada 26 Oktober 2010

Tidak ada komentar: