Minggu, Januari 09, 2011

RAJIN MAKAN TOMAT

CEGAH SERANGAN JANTUNG
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


Kyoto, Sekali menyerang, penyakit jantung dan pembuluh darah bisa sangat mematikan sehingga pencegahan akan jauh lebih baik dibandingkan pengobatan. Banyak makan tomat termasuk langkah pencegahan, sebab buah ini terbukti baik untuk kesehatan jantung. Salah satu nutrisi yang terkandung dalam tomat adalah 9-okso-oktadekadioneat, senyawa yang mampu mengatasi dislipidemia atau ketidaknormalan kadar lemak dalam darah.

Kadar lemak yang tidak normal di dalam pembuluh darah merupakan faktor risiko serangan jantung. "Dislipidemia seringkali tidak menunjukkan gejala. Namun jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu gangguan serius seperi arteriosclerosis dan cirrhosis," ungkap Dr. Teruo Kawada dari Kyoto University seperti dikutip dari Indiavision, Senin (10/1/2011).


Arteriosclerosis merupakan radang di pembuluh darah yang dipicu oleh lemak berlebih yang akhirnya membentuk plak pada dinding pembuluh darah. Sementara itu cirrhosis merupakan radang kronis di hati yang akan memperparah gangguan metabolisme lemak. Penelitian yang dilakukan Dr. Teruo menunjukkan kandungan 9-okso-oktadekadioneat dalam tomat dapat membantu pengaturan metabolisme lemak di hati.

Dalam bentuk asam, senyawa ini dapat menetralisir kelebihan lemak dalam aliran darah dan mencegah serangan jantung. Meskipun demikian, Dr Teruo tetap menyarankan pengaturan diet yang sehat jika ingin bebas dari risiko serangan jantung. Percuma rajin makan tomat jika sehari-hari masih sering mengonsumsi makanan yang banyak mengandung kolesterol.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Molecular Nutrition and Food Research baru-baru ini. Selain baik bagi jantung, tomat sejak dulu juga dikenal sebagai sumber antioksidan. Senyawa ini mampu menangkal radikal bebas yang merupakan pemicu berbagai gangguan kesehatan termasuk kanker dan proses penuaan dini. (up/ir)

Artikel ini telah diterbitkan oleh : www.detik.com pada hari : Senin, 10/01/2011 09:27 WIB dan ditulis ulang oleh : Kang MJ



JUS BUAH DELIMA HAMBAT PENYEBARAN SEL KANKER


AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Los Angeles, Manfaat buah-buahan dalam mengatasi penyakit kanker kembali diungkap oleh para ahli. Kali ini jus buah delima terbukti menghambat penyebaran kanker prostat ke jaringan tulang. Diyakini buah ini berkhasiat juga untuk jenis kanker lainnya. Buah delima atau pomegranate (punica granatum) berasal dari Timur Tengah, namun telah menyebar ke berbagai wilayah. Tanaman ini bisa hidup di iklim tropis maupun subtropis dan sering ditanam sebagai tanaman hias yang buahnya bisa dimakan.

Khasiatnya menghambat pertumbuhan sel kanker terungkap dalam sebuah penelitian di University of California, Los Angeles (UCLA) beberapa bulan yang lalu. Namun pada saat itu para peneliti gagal menjelaskan mekanisme biologis termasuk senyawa apa yang menyebabkan buah ini berkhasiat. Bahkan perusahaan yang menyuplai buah delima untuk penelitian tersebut, yakni Pom Wonderful sempat didenda oleh Komisi Perdagangan Amerika Serikat. Pasalnya perusahaan ini dianggap memberikan klaim palsu terkait manfaat buah delima yang saat itu belum jelas betul.

Namun baru-baru ini peneliti yang sama akhirnya berhasil mengungkap bahwa penghambatan sel kanker dipicu oleh kandungan asam lemak dalam buah delima. Pada kanker prostat, senyawa ini bisa mencegah serangan kanker meluas ke jaringan tulang di sekitarnya. Keberhasilan mengidentifikasi senyawa bermanfaat dalam buah delima dianggap cukup penting meski sebenarnya khasiat buah ini sudah diketahui sebelumnya.

Para peneliti mengatakan modifikasi terhadap senyawa alami tersebut kini bisa dilakukan untuk meningkatkan efektivitasnya. "Karena gen dan protein yang terlibat dalam persebaran sel kanker prostat tidak jauh berbeda dengan jenis kanker lain, maka asam lemak dalam buah delima bisa sedikit dimodifikasi untuk jenis kanker yang lain," ungkap Dr Manuela Martins-Green dari UCLA seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (14/12/2010). Hasil penelitian tersebut dipersentasikan dalam pertemuan tahunan American Society of Cell Biology ke-50. (up/ir)

Artikel ini telah diterbitkan oleh : www.detik.com pada hari : Senin, 10/01/2011 09:27 WIB dan ditulis ulang oleh : Kang MJ

Tidak ada komentar: